Skip to main content

After you Break Up Our Relationship

          25 September 2013. Tanggal yang menjadi awal kehidupan baruku. Ya, pada tanggal itu aku harus menerima keputusan penting dari seorang cowok yang sangat spesial dalam hidupku. Ya, dia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Oke, pertamanya aku ngerasa ini cuma mainan dan berharap dia tidak serius mengatakannya, tapi ternyata apa yang aku pikirkan itu berbanding terbalik dengan kenyataan. Kamu seperti dengan rela memutuskan hubungan kita. Ya, saat itu aku memang tidak meneteskan sebutirpun air mata saat menit-menit terakhir kamu mengambil keputusan itu, karena memang aku masih belum percaya bahwa kamu memutuskan hubungan kita. Saat malam sudah tiba, aku iseng mengecek instagramku dan serasa de javu banget, aku melihat seorang temenku mengupload fotoku saat masih bersama dia waktu kita masih pdkt. Seperti gerakan refleks saja, air mataku langsung luruh dan jatuh dengan derasnya dari kedua kelenjar air mataku yang akhir-akhir ini sering kuaktifkan .

          Saat besoknya aku sampai di sekolah, keluh kesahku ini langsung aku curahkan pada teman dekatku. Awalnya aku berusaha tegar dan berharap air mata ini tidak jatuh begitu saja. Akan tetapi, kenyataan berkata lain, air mata ini perlahan jatuh dan semakin lama semakin deras, rasanya semua bebanku bisa dikeluarkan dengan rasa lega. Betapa sedihnya aku saat itu, sampai sekarangpun aku masih sering merasakan sakit dan rasa rindu padanya. Air matapun, masih sering keluar dengan sendiri ketika aku merenungkannya.

          Jujur saja, setelah dia memutuskan hubungan ini, aku merasa sangat sangat termotivasi untuk melakukan sesuatu yang membuatnya bangga dan tidak salah atas keputusannya. Dan juga, sampai sekarangpun, aku sebenernya masih belum yakin sama perkataanmu yang mengatakan bahwa kamu sudah tidak sayang sama aku, aku sekarangpun masih bisa merasakan rasa sayangmu ke aku. Dan aku juga masih ragu, kamu memutuskan hubungan kita gara-gara kamu tidak menyukai LDR. Aku ngerasa yakin, kamu punya alasan lain yang mendorongmu untuk mengambil keputusan ini.

Thank you very much, just wait me on next year to watch me get the best score on national exam. I will make you proud of me :)

Comments

Popular posts from this blog

Thanks to you

Thanks to you, My ex-boyfriend. Hi, long time no see. Long time no hear your voice. Long time no communication after you broke up our relationship. Dulu aku tidak pernah menyangka, jika seseorang yang kutemui pertamakali (pertemuan yang pertamakali kusadari) di Lab. Biologi satu tahun yang lalu, akan menjadi orang yang sangat berarti dalam hidupku. Sejak aku pertama menyukaimu. Sejak aku pertama berkenalan denganmu. Sejak kau pertama memutuskan aku. Kejadian-kejadian yang kulalui bersamamu sangatlah berharga sejak awal kita bertemu. Kau memberikanku arti bagaimana mencintai seseorang? Bagaimana rasanya disakiti oleh seseorang yang kita sayang? Bagaimana rasnaya menyanyangi seseorang? Bagaimana rasa ditinggalkan seseorang? Bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang? Dan masih banyak lagi pelajaran kehidupan, terutama cinta yang kau ajarkan padaku tanpa kau sadari. Dan itu semua sangatlah berarti bagi kehidupanku selanjutnya. Thank you so much to you, My ex-boyfriend. Lalu saat

11 - 11 - 2012

    Sehabis  kejadian yang aku nangis  itu aku sama temenku rame-rame ke bangku dibawah pepohonan yang sebelahnya tempat sampah (?) denah sekolahku pokonya gitu dah, terus online bareng pake wifi gratisan sekolah. Karena waktu itu COBRA (nama kelasku) lagi panas-panasnya gara-gara temenku yang muka tebal (baca : gak punya malu) itu buat masalah sama aku, jadinya isi statusnya pada meso semua ke anak-muka-tebal itu. Waktu lagi online bareng, aku ngeluarin kamera yang emang sengaja tak bawa, langsung aja tuh kamera dipenjem buat foto-fotoan. Nih hasil fotonya : Nih yang paling depan namanya Ray , yang cewek rambutnya pendek (kanan) itu Resi yang kerudungan itu aku dan cowok yang di sebelahku itu namanya Panca . :D Suasana sekolahku sepi, soalnya udah pada pulang semua, terus yang dipojok itu namanya Arum Hasil fotonya si Ray .

Renungan Setelah Maghrib

Suatu sore, setelah adzan maghrib, aku berbuka bersama temanku Kita membahas berbagai macam hal Hingga salahsatu temanku histeris bahwa pengumuman lolos screening LKMM TD keluar.  Diantara tiga orang yang ikut, hanya aku yang gagal Aku merasa senang sama sedih sekaligus Senang karena bebanku berkurang satu diantara bermacam kegiatan yang aku ambil Sedih karena merasa gagal, dan kurang kompeten aja Terus ada temanku yang aktif banget seh pas screening, dia gak lolos. Aku gak tau dari sudut pandang apa dinilai pas screening. Bagiku ini pembelajaran. Kegagalan. Gak papa.  Kemarin aku gagal lolos masuk tim Barunastra, sekarang LKMM TD.  Aku hanya yakin, setiap orang punya jatah sukses, jatah rezeki masing-masing.  Mungkin usahaku juga kurang atau ini memang bukan jalan yang baik bukan aku. Aku berpikir jatah rezeki orang itu beda-beda.  Allah itu bakal memberi takaran yang sesuai dengan rencananya dan usaha kita. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha.  Hasil itu All